Dandim 0833 Kota Malang Hadiri Pembahasan Kampung Tangguh Benteng Pandemi Covid-19

Dandim 0833 Kota Malang Hadiri Pembahasan Kampung Tangguh Benteng Pandemi Covid-19

MALANGBERITA – Komandan Kodim 0833 Kota Malang Letkol Inf Tommy Anderson menghadiri kegiatan pembahasan konsep Kampung Tangguh Benteng Pandemi Covid-19 di Ruang Percetakan Universitas Brawijaya (UB) hari ini, Rabu (15/04/2020).

Pembahasan kampong tangguh di Universitas Brawijaya tersebut dihadiri pula oleh Komandan Korem 083 Baladhika Jaya Kolonel Inf Zainuddin, Wakil Rektor II Universitas Brawijaya Gugus Irianto, Ketua Tim Satuan Tugas Pencegahan Covid-19 UB dr. Aurick Yudha Nagara, Wakil Dekan II Fakultas Pertanian UB Mangku Purnomo, Wakil Dekan II Fakultas Tehnik Pertanian UB Dodyk Pranowo, Tim Satgas Covid-19 UB dan Tokoh Masyarakat.

Wakil Dekan II Fakultas Pertanian UB Mangku Purnomo menyampaikan bahwa Universitas Brawijaya selain menyiapkan Alat Pelindung Dri (APD) dan antiseptik, juga telah melakukan hal yang lainnya.

“Saat ini yang perlu dilakukan adalah dengan simulasi PSBB guna mengantisipasi kondisi terburuk dimana simulasi dilakukan di lingkungan kampung secara struktural,” ungkap Mangku Purnomo.

Menurut Mangku Purnomo, Universitas Brawijaya memiliki konsep Kampung Tangguh Benteng Pandemi Covid-19 untuk mendukung satgas dari pemerintah.

“Pembuatan Kampung Tangguh tersebut bertujuan agar masyarakat siap pada kondisi terburuk sehingga saat Pemerintah berusaha menanggulangi bencana itu masyarakat bias tertib dalam menjalani kebijakan yang telah ditetapkan pemerintah,” ungkap Wakil Dekan II Fakultas Pertanian UB ini.

Sementara itu Komandan Korem 083 Baladhika Jaya Kolonel Inf Zainuddin menyampaikan bahwa secara regulasi penanganan bencana adalah pemerintah daerah sehingga penanganan bencana dapat diorganisir secara terpadu, terstruktur dan memberdayakan sumberdaya yang ada.

“Terimakasih kepada Universitas Brawijaya yang telah membuat ketahanan wilayah bangun kolektif masyarakat dalam penanganan bencana. Kami sudah mendorong untuk pendirian posko dan pengendalian namun belum maksimal, selain itu kami juga mendorong balai observasi dan rumah singgah sampai tingkat RT sehingga diharapkan dapat maksimal dalam penanganannya,” ungkap Kolonel Inf Zanuddin..

Di tempat yang sama, Komandan Kodim 0833 Kota Malang Letkol Inf Tommy Anderson menyampaikan bahwa Kampung Tangguh Benteng Pandemi Covid-19 tersebut merupakan bentuk implementasi ketahanan nasional.

“Kita butuh tenaga ahli untuk legalitas prediksi dalam penyampaian saran dan masukan. Perlu adanya masukan dari akademisi karena ini beriringan dengan tugas TNI di kewilayahan dalam mengajak masyarakat mengikuti regulasi yang ada,” ungkap Dandim 0833 Kota Malang.

Lebih lanjut Letkol Inf Tommy Anderson menegaskan bahwa dalam kondisi saat ini sistem Pertahanan Rakyat Semesta (Sishanrata) sudah terbukti mampu dan perlu dibangun ketahanan mulai wilayah yang terkecil dalam menghadapi segala kondisi.

“Mulai dari tingkat RT, RW dapat memberikan edukasi ke warganya guna tertibnya dalam menjalani aturan sehingga perlu dibentuk organisasi secara struktural, sebagai upaya efektif untuk memutus penyebaran Covid-19 secara masif dan efektif,” pungkas Letkol Inf Tommy Anderson. (SO)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan