Notification

×

Iklan

Iklan



Tag Terpopuler

Tol Malang-Kepanjen Diperkirakan Rampung dalam Dua Tahun, Pembebasan Lahan Jadi Tantangan

Minggu, 06 September 2026 | 17.27 WIB Last Updated 2026-09-06T10:27:58Z
Jalan Tol Malang-Singosari-Lawang / Foto:Google

MalangBerita.com, 
MALANG – Pembangunan fisik Jalan Tol Malang-Kepanjen diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua tahun untuk diselesaikan. Namun, perkiraan tersebut baru berlaku setelah seluruh tahapan persiapan proyek, khususnya proses pembebasan lahan, telah tuntas.

Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang, Khairul Isnaidi Kusuma, menyampaikan bahwa estimasi dua tahun tersebut diperhitungkan untuk pengerjaan konstruksi jalan tol dengan panjang sekitar 30 kilometer.

Menurutnya, durasi pembangunan konstruksi sebenarnya tidak terlalu panjang. Justru proses pengadaan atau pembebasan lahan berpotensi menjadi tahapan yang membutuhkan waktu lebih lama.

“Jalan tol kalau lihat Malang itu kan dua tahun harusnya sudah selesai, itu di luar permasalahan. Yang lama itu mungkin itu pembebasan lahannya,” kata Khairul.

Saat ini, proyek Tol Malang-Kepanjen masih dalam tahap perencanaan. Salah satu tahapan yang tengah berjalan adalah feasibility study (FS) serta review basic design. Kedua pekerjaan tersebut telah memasuki tahap kontrak dan mulai dikerjakan sekitar Mei 2026.

Penyusunan FS dan review basic design ditargetkan rampung pada Desember 2026. Kajian tersebut nantinya menjadi dasar penting dalam menentukan trase sekaligus konsep desain pembangunan jalan tol.

Setelah perencanaan selesai, proyek akan berlanjut ke tahap pengadaan tanah. Lahan yang dibutuhkan harus tersedia terlebih dahulu sebelum pembangunan konstruksi dapat dimulai secara penuh.

Khairul menegaskan bahwa hitungan waktu dua tahun yang disebutkan merupakan estimasi khusus untuk pekerjaan fisik. Waktu tersebut belum memasukkan durasi yang diperlukan untuk menyelesaikan pembebasan lahan.

Dengan demikian, waktu yang dibutuhkan hingga Tol Malang-Kepanjen benar-benar selesai dan dapat digunakan masyarakat sangat bergantung pada kelancaran seluruh tahapan proyek.

Trase Tol Diharapkan Terhubung ke Kawasan Selatan

Selain persoalan pembebasan lahan, penentuan trase juga menjadi salah satu hal yang masih dikaji. Pemerintah Kabupaten Malang berharap jalur tol nantinya mampu memberikan akses yang lebih baik menuju wilayah selatan Kabupaten Malang.

Salah satu kawasan yang menjadi perhatian adalah Gondanglegi. Konektivitas menuju wilayah tersebut dianggap strategis karena dapat membuka hubungan antara jaringan Tol Malang-Kepanjen dengan Jalur Lintas Selatan (JLS).

Khairul sebelumnya menyebutkan bahwa posisi trase akan sangat menentukan manfaat konektivitas yang dihasilkan oleh pembangunan jalan tol tersebut.

“Prinsipnya, kalau itu tidak mendekati Jalan Gondanglegi, maka konektivitasnya kan tidak dapat sampai ke Pansela,” ujarnya.

Keterhubungan tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat akses transportasi menuju kawasan selatan Jawa Timur.

Wilayah selatan sendiri terus mengalami pengembangan infrastruktur, sehingga keberadaan akses tol yang terintegrasi dengan jaringan jalan lainnya dinilai dapat meningkatkan konektivitas antarwilayah.

Karena itu, penyelesaian FS dan review basic design yang ditargetkan pada Desember 2026 menjadi salah satu momentum penting dalam perjalanan proyek Tol Malang-Kepanjen.

Jika seluruh proses berjalan sesuai rencana, termasuk pengadaan lahan yang dapat diselesaikan tanpa kendala berarti, pekerjaan konstruksi fisik jalan tol sepanjang kurang lebih 30 kilometer tersebut diperkirakan dapat dikerjakan dalam waktu sekitar dua tahun.

Namun, masyarakat masih harus menunggu hingga seluruh tahapan perencanaan dan pembebasan lahan selesai sebelum pembangunan fisik benar-benar dimulai.

Tidak ada komentar:

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update