![]() |
| Asap vulkanis keluar dari kawah Gunung Semeru saat warga melakukan tradisi Grebeg Suro di Kecamatan Candipuro, Lumajang, Jawa Timur, Selasa (16/6/2026). Foto: ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya |
MalangBerita.com, SURABAYA – Jawa Timur merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang memiliki cukup banyak gunung api aktif. Sejumlah gunung bahkan menjadi tujuan wisata alam dan pendakian yang populer, di antaranya Gunung Bromo, Semeru, Ijen, dan Raung.
Keberadaan gunung api tersebut membuat aktivitas vulkaniknya terus mendapatkan perhatian. Pemantauan dilakukan secara berkala oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Status gunung api di Indonesia dikelompokkan menjadi empat tingkatan, yaitu Level I (Normal), Level II (Waspada), Level III (Siaga), dan Level IV (Awas).
Mengacu pada informasi pemantauan Magma ESDM terbaru, berikut tujuh gunung api aktif yang berada di Jawa Timur beserta status aktivitasnya.
1. Gunung Semeru – Level III (Siaga)
![]() |
| Gunung Semeru erupsi. Foto: Nur Hadi Wicaksono/detikJatim |
Gunung Semeru berdiri di kawasan perbatasan Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang. Dengan ketinggian mencapai sekitar 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl), Semeru dikenal sebagai salah satu gunung api yang memiliki aktivitas tinggi di Indonesia.
Saat ini, status Gunung Semeru berada pada Level III atau Siaga. Aktivitas erupsi masih terjadi dan menjadi perhatian bagi masyarakat maupun wisatawan.
Pada Minggu, 6 September 2026, Gunung Semeru kembali mengalami erupsi. Kolom letusan teramati mencapai kurang lebih 1.000 meter di atas puncak.
Dengan status Siaga, masyarakat diminta mematuhi seluruh rekomendasi PVMBG dan tidak memasuki wilayah yang telah ditetapkan sebagai kawasan berbahaya.
2. Gunung Bromo – Level II (Waspada)
![]() |
| Ilustrasi Gunung Bromo. Foto: Getty Images/iStockphoto/chrisinthai |
Gunung Bromo merupakan bagian dari kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Secara administratif, kawasan gunung ini berada di wilayah Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Malang, dan Lumajang.
Gunung Bromo memiliki ketinggian sekitar 2.329 mdpl dan selama ini menjadi salah satu destinasi wisata unggulan Jawa Timur.
Berdasarkan pemantauan, aktivitas Gunung Bromo berada pada Level II atau Waspada. Wisatawan yang berkunjung perlu mengikuti aturan dan rekomendasi petugas, khususnya mengenai batas aman aktivitas di sekitar kawah.
3. Gunung Raung – Level II (Waspada)
![]() |
| Gunung Raung. Foto: Ardian Fanani |
Gunung Raung terletak di kawasan yang mencakup Kabupaten Banyuwangi, Bondowoso, dan Jember. Gunung dengan ketinggian sekitar 3.332 mdpl ini memiliki karakteristik berupa kaldera luas di bagian puncaknya.
Saat ini Gunung Raung berstatus Level II atau Waspada. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa aktivitas vulkaniknya masih membutuhkan pengawasan secara intensif.
Masyarakat dan pendaki diimbau tidak memasuki wilayah yang termasuk dalam radius bahaya dari pusat erupsi serta selalu mengikuti perkembangan informasi resmi dari Badan Geologi.
4. Gunung Ijen – Level I (Normal)
![]() |
| Gunung Ijen. Foto: Eka Rimawati/detikJatim |
Gunung Ijen berada di perbatasan Kabupaten Banyuwangi dan Bondowoso. Kawasan ini terkenal luas karena memiliki Kawah Ijen dan fenomena api biru atau blue fire yang menjadi daya tarik wisatawan.
Status aktivitas Gunung Ijen saat ini berada pada Level I atau Normal.
Kendati demikian, status Normal bukan berarti kawasan kawah sepenuhnya bebas risiko. Gas vulkanik dan kondisi lingkungan di sekitar kawah tetap dapat membahayakan pengunjung. Karena itu, wisatawan tetap perlu memperhatikan informasi terbaru serta mematuhi arahan petugas di lapangan.
5. Gunung Kelud – Level I (Normal)
![]() |
| Gunung Kelud. Foto: (Syamsul Arifin/d'Traveler) |
Gunung Kelud berada di kawasan perbatasan Kabupaten Kediri, Blitar, dan Malang. Gunung ini memiliki catatan sejarah erupsi yang cukup besar sehingga aktivitas vulkaniknya terus dipantau.
Saat ini, Gunung Kelud berada pada Level I atau Normal.
Status tersebut menunjukkan aktivitas vulkanik masih berada pada kondisi dasar dan belum memerlukan peningkatan level. Namun, kondisi gunung api dapat berubah sewaktu-waktu berdasarkan hasil pengamatan berbagai parameter, seperti kegempaan, deformasi, maupun indikator vulkanologi lainnya.
6. Gunung Arjuno-Welirang – Level I (Normal)
![]() |
| Gunung Arjuno-Welirang. Foto: Muhajir Arifin/detikcom |
Kompleks Gunung Arjuno-Welirang berada di wilayah Jawa Timur dan mencakup kawasan sekitar Kabupaten Malang, Pasuruan, serta Mojokerto.
Berdasarkan pemantauan aktivitas vulkanik, Gunung Arjuno-Welirang berada pada Level I atau Normal.
Hal penting yang perlu dipahami adalah status aktivitas gunung api berbeda dengan status pembukaan jalur pendakian. Pada Agustus 2026, jalur pendakian Arjuno-Welirang sempat ditutup karena adanya kebakaran hutan dan lahan di kawasan Tahura Raden Soerjo.
Dengan demikian, penutupan jalur pendakian tidak serta-merta menunjukkan adanya peningkatan status aktivitas vulkanik.
7. Gunung Lamongan – Level I (Normal)
![]() |
| Gunung Lamongan. Foto: Istimewa (Dok BPBD Lumajang) |
Gunung Lamongan merupakan salah satu gunung api di Jawa Timur yang berada di wilayah Kabupaten Lumajang. Aktivitas vulkaniknya juga menjadi bagian dari pemantauan PVMBG.
Dalam pemantauan terbaru, Gunung Lamongan tercatat berada pada Level I atau Normal.
Sebelumnya, kawasan Gunung Lamongan sempat mengalami peningkatan aktivitas kegempaan. Meski demikian, Badan Geologi menyatakan tingkat aktivitas vulkaniknya masih berada pada Level I.
Masyarakat Diminta Mengikuti Informasi Resmi
Keberadaan gunung api aktif di Jawa Timur menjadi pengingat bahwa kondisi vulkanik harus terus dipantau. Status gunung api juga bukan sesuatu yang bersifat permanen karena dapat berubah sesuai perkembangan aktivitas yang terdeteksi oleh petugas.
Masyarakat, wisatawan, maupun pendaki yang berada di sekitar kawasan gunung api disarankan selalu mengutamakan keselamatan, mematuhi batas kawasan yang ditetapkan, dan mengikuti informasi resmi dari PVMBG maupun Badan Geologi.
Dengan memahami status masing-masing gunung, masyarakat diharapkan dapat lebih waspada tanpa menimbulkan kepanikan serta dapat mengambil langkah yang tepat apabila terjadi perubahan aktivitas vulkanik.

















Tidak ada komentar: