Notification

×

Iklan

Iklan



Tag Terpopuler

Ikan Tak Biasa Bermunculan di Bihar Setelah Banjir Nepal, Warga Diminta Tak Mengonsumsinya

Senin, 07 September 2026 | 07.30 WIB Last Updated 2026-09-07T01:30:52Z
Foto: Screenshot video Times of India

MalangBerita.com
BIHAR – Banjir besar yang menerjang Nepal membawa dampak hingga ke wilayah India. Selain material lumpur dan berbagai puing, derasnya aliran air juga diduga menyeret sejumlah ikan berukuran besar dan berpenampilan tidak biasa ke sungai-sungai di negara bagian Bihar.

Kemunculan ikan-ikan tersebut menarik perhatian masyarakat setempat. Sejumlah nelayan mengaku mendapatkan tangkapan yang berbeda dari biasanya, bahkan beberapa memiliki ukuran dan bobot mencapai puluhan kilogram.

Kondisi itu kemudian membuat pemerintah Bihar mengeluarkan imbauan kepada masyarakat. Warga diminta untuk tidak menangkap, membeli, menjual, maupun mengonsumsi ikan yang tidak dikenal atau memiliki bentuk yang tidak lazim.

Terbawa Arus dari Nepal

Masuknya ikan-ikan tersebut diduga berkaitan dengan meluapnya aliran Sungai Trishuli di Nepal. Air dari sungai tersebut kemudian mengalir menuju Bihar melalui jaringan Sungai Gandak dan Kosi.

Banjir yang membawa volume air sangat besar dapat mengubah kondisi ekosistem perairan. Hewan-hewan air yang biasanya berada di wilayah tertentu bisa terseret arus dan berpindah jauh dari habitat asalnya.

Laporan mengenai kemunculan ikan tak biasa tersebut datang dari beberapa wilayah Bihar, termasuk West Champaran, East Champaran, Gopalganj, Bagaha, hingga Saran.

Para nelayan bahkan menyebut adanya ikan dengan bobot puluhan kilogram. Vinod Nishad, seorang nelayan di Saharsa, mengatakan hasil tangkapan mereka belakangan memiliki berat sekitar 27 hingga 38 kilogram. Beberapa ikan bahkan disebut mencapai 40-45 kilogram.

Hal serupa disampaikan Chhatu Sahani, nelayan di kawasan Mangalpur Ghat, Gopalganj. Menurutnya, ikan dengan bentuk dan ukuran seperti itu jarang ditemukan dalam tangkapan sehari-hari.

Sebagian ikan yang berhasil ditangkap juga dilaporkan mati tidak lama setelah berada di luar air.

Diduga Goonch Catfish

Meski masyarakat menyebut ikan-ikan tersebut memiliki bentuk seperti makhluk "jejadian", kemunculannya belum tentu berkaitan dengan spesies misterius.

Salah satu dugaan yang disampaikan ahli mengarah pada goonch catfish (Bagarius bagarius). Ikan dari keluarga Sisoridae ini diketahui merupakan penghuni sungai berarus deras di kawasan India, Nepal, serta beberapa wilayah Asia lainnya.

Direktur Wildlife Trust of India, Sameer Kumar Sinha, menyebut sebagian ikan yang terbawa ke Sungai Gandak kemungkinan merupakan jenis tersebut. Goonch catfish memang dikenal mampu tumbuh dengan ukuran besar dan hidup di lingkungan sungai yang memiliki arus kuat.

Spesies ini juga masuk dalam daftar terancam menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN).

Namun, masyarakat diminta tidak menentukan jenis ikan hanya berdasarkan ukuran maupun bentuk fisiknya. Pemerintah Bihar meminta ikan yang tidak dikenal dilaporkan kepada petugas perikanan agar dapat dilakukan identifikasi lebih lanjut.

Bukan Hanya Soal Bentuk Ikan

Kekhawatiran pemerintah bukan semata-mata karena ikan tersebut terlihat asing atau memiliki ukuran yang tidak biasa.

Banjir besar dapat membawa berbagai material dari hulu menuju wilayah yang lebih rendah. Lumpur, limbah, kotoran, bangkai hewan, air dari saluran pembuangan, hingga berbagai bahan pencemar lainnya dapat bercampur dengan air banjir.

Ikan yang terseret arus juga berpotensi bersentuhan langsung dengan lingkungan yang tercemar tersebut.

Departemen Dairy, Fisheries and Animal Resources Bihar mengingatkan bahwa ikan yang berada dalam lingkungan tercemar dapat terpapar bakteri, virus, maupun zat berbahaya lainnya. Karena itu, ikan yang ditangkap langsung dari air banjir sebaiknya tidak dikonsumsi hingga kondisi lingkungan perairan dinyatakan aman.

Ikan Terlihat Normal Belum Tentu Aman

Laporan yang dikutip The Independent juga menyebut adanya sejumlah orang yang mengalami sakit setelah mengonsumsi ikan hasil tangkapan dari perairan terdampak.

Risiko tersebut menjadi perhatian karena ikan yang telah terkontaminasi tidak selalu menunjukkan perubahan bentuk, warna, atau bau yang mudah dikenali.

Dr Saiprasad Girish Lad, konsultan gastroenterologi di Wockhardt Hospitals Mumbai Central, menjelaskan bahwa persoalan utamanya bukan sekadar jenis ikan yang dikonsumsi, melainkan kondisi lingkungan tempat ikan tersebut berada.

Ikan yang terseret banjir bisa bersentuhan dengan limbah, kotoran hewan, bangkai, serta berbagai jenis polutan. Kondisi itu berpotensi membuat ikan membawa mikroorganisme yang tidak umum ditemukan pada habitat normalnya.

Proses memasak memang dapat menurunkan risiko dari sebagian bakteri dan parasit. Namun, hal tersebut tidak berarti seluruh ikan yang berasal dari lingkungan tercemar otomatis menjadi aman untuk dikonsumsi.

Selain itu, kontaminasi juga dapat terjadi ketika ikan dipindahkan, dibersihkan, dipotong, dan diolah. Beberapa jenis bahan pencemar kimia pun tidak selalu hilang hanya melalui proses pemasakan.


Banjir di Nepal telah membawa ikan-ikan aneh ke lembah Gandak di Bihar, India Pemerintah memperingatkan warga untuk tidak memakan atau menjual ikan yang tidak dikenal karena risiko kesehatan. Foto: Screenshot video Times of India

Warga Diminta Waspada

Karena alasan tersebut, otoritas Bihar meminta masyarakat untuk menghindari ikan yang ditangkap langsung dari air banjir maupun ikan yang tidak dapat dipastikan jenis dan asalnya.

Larangan atau imbauan tersebut tidak hanya ditujukan kepada konsumen. Warga di wilayah terdampak juga diminta tidak memperjualbelikan ikan yang tidak dikenal.

Kemunculan ikan berukuran besar dengan bentuk yang dianggap aneh setelah banjir pada dasarnya dapat dijelaskan melalui perubahan lingkungan perairan. Ketika air sungai meluap dan arus menjadi sangat kuat, batas antara habitat alami berbagai hewan air dapat hilang.

Ikan yang sebelumnya hidup di sungai, danau, kolam, maupun waduk bisa terseret keluar dari habitatnya dan terbawa hingga ke lokasi yang jauh.

Dengan demikian, kemunculan ikan "jejadian" di Bihar tidak serta-merta menunjukkan adanya makhluk misterius atau spesies baru. Fenomena tersebut lebih mungkin berkaitan dengan perpindahan alami satwa air akibat banjir besar.

Meski demikian, masyarakat tetap perlu berhati-hati. Selama kondisi perairan belum kembali normal, ikan yang ditemukan di wilayah terdampak banjir sebaiknya tidak dikonsumsi atau diperjualbelikan tanpa adanya kepastian mengenai jenis, asal, dan keamanannya.

Tidak ada komentar:

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update