Notification

×

Iklan

Iklan



Tag Terpopuler

Gunung Semeru Erupsi Tiga Kali, Kolom Abu Vulkanik Tembus 1.000 Meter

Senin, 14 September 2026 | 11.42 WIB Last Updated 2026-09-14T04:45:01Z
Gunung Semeru erupsi dengan tinggi letusan mencapai 1.000 meter di atas puncak pada Senin (14/9/2026). ANTARA

MalangBerita.comLUMAJANG – Aktivitas vulkanik Gunung Semeru kembali meningkat pada Senin pagi. Gunung yang berada di wilayah perbatasan Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, Jawa Timur, tercatat mengalami tiga kali erupsi dalam kurun waktu kurang dari tiga jam.

Erupsi pertama berlangsung pada pukul 04.20 WIB. Saat kejadian, kolom abu vulkanik terpantau mencapai sekitar 500 meter di atas puncak atau berada pada ketinggian sekitar 4.176 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, dalam laporan tertulis menyampaikan bahwa kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas cukup tebal dan bergerak ke arah barat laut.

Aktivitas erupsi tersebut juga tercatat pada alat seismograf dengan amplitudo maksimum 21 milimeter dan berlangsung selama 128 detik.

Tidak berselang lama, erupsi kedua terjadi pada pukul 05.53 WIB. Kali ini, tinggi kolom letusan meningkat hingga sekitar 800 meter di atas puncak atau mencapai ketinggian 4.476 mdpl.

Abu yang keluar dari kawah terlihat berwarna kelabu dengan intensitas tebal menuju arah utara dan barat laut. Rekaman seismograf menunjukkan amplitudo maksimum mencapai 23 milimeter dengan durasi erupsi selama 133 detik.

Gunung Semeru kembali menunjukkan aktivitas erupsi pada pukul 06.28 WIB. Erupsi ketiga menjadi yang paling tinggi pada pagi tersebut dengan kolom abu teramati sekitar 1.000 meter di atas puncak, atau mencapai ketinggian sekitar 4.676 mdpl.

Pada erupsi ketiga, kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal bergerak ke arah timur. Peristiwa tersebut terekam seismograf dengan amplitudo maksimum 23 milimeter dan durasi sekitar 140 detik.

Status Gunung Semeru Masih Siaga

Sigit menjelaskan bahwa Gunung Semeru saat ini masih berada pada Status Level III atau Siaga. Kondisi tersebut membuat masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi seluruh rekomendasi keselamatan yang telah ditetapkan.

Masyarakat dilarang melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga sejauh 13 kilometer dari puncak yang menjadi pusat erupsi.

Selain itu, aktivitas masyarakat juga tidak diperbolehkan dalam jarak 500 meter dari tepi sungai atau sempadan sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Kawasan tersebut berpotensi terdampak perluasan awan panas maupun aliran lahar yang dapat mencapai sekitar 17 kilometer dari puncak.

Larangan aktivitas juga diberlakukan dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru. Area tersebut dinilai masih memiliki potensi bahaya lontaran batu pijar.

Waspadai Awan Panas dan Lahar

Masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar kawasan Gunung Semeru diimbau untuk terus memperhatikan perkembangan aktivitas vulkanik. Potensi bahaya yang perlu diwaspadai antara lain awan panas, guguran lava, serta aliran lahar.

Kewaspadaan terutama diperlukan di sepanjang sungai dan lembah yang berhulu di kawasan puncak Semeru.

Beberapa aliran sungai yang menjadi perhatian antara lain Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Selain itu, potensi lahar juga dapat terjadi melalui sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

Masyarakat di sekitar kawasan rawan bencana diharapkan selalu mengikuti informasi resmi dari petugas pengamatan gunung api serta tidak memasuki wilayah yang telah ditetapkan sebagai zona berbahaya.

Tidak ada komentar:

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update